Pulau Miagas Pulau Terluar di Utara Indonesia

Pulau Miagas Pulau Terluar di Utara Indonesia yang Indah dan Tidak Terjamah memiliki Banyak Potensi Tersembunyi yang Belum Diketahui. Pulau ini termasuk bagian Kabupaten Kepulauan Talaud, Kecamatan Nanusa, Provinsi Sulawesi Utara. Namun, ketimbang ke Melonguane (ibu kota kabupaten Talaud) jarak Miangas lebih dekat ke Filipina.

Perjalanan dari Miangas ke Melonguane berjarak sekitar 110 mil, dan ke Manado sekitar 320 mil alias sehari semalam. Sementara jarak Miangas ke Davao di Filipina hanya 48 mil atau sekitar lima jam.

Memang, selain berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau di Filipina Selatan, Pulau Miangas dulunya pernah menjadi bagian negara itu, dengan nama La Palmas. Setelah melalui berbagai perebutan oleh Spanyol, AS, dan Belanda; akhirnya Miangas menjadi milik Hindia Belanda pada 4 April 1928. Otomatis begitu zaman berganti, Miangas pun ikut masuk teritori Indonesia.

Bandara%20miangas%20yang%20berada%20di%20salah%20satu%20pulau%20terluar%20di%20Indonesia%20sumber%20detik%20finance - Pulau Miagas Pulau Terluar di Utara Indonesia

Dilansir dari http://freedomclothingcollective.com/ Miangas menjadi salah satu pulau terluar Indonesia, Kepastian tersebut dikukuhkan oleh PBB dalam pertemuan ke-30 United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) dan konferensi ke-11 United Nations Conference on Standarization of Geographical Names (UNCSGN), yang berlangsung pada 7-18 Agustus di New York, Amerika Serikat (AS).

Semenjak kemerdekaan, banyak isu terkait Filipina di Miangas. Misalnya insiden pengibaran bendera Filipina pada 2005, juga penggunaan mata uang peso dan bahasa-bahasa asal Filipina. Bahkan di Google Maps, Miangas pernah dimasukkan sebagai wilayah Filipina. Ada pula rumor yang menyebut Pulau Miangas rawan penyelundupan dan menjadi jalur terorisme dari Marawi, Filipina Selatan.

Belum lagi faktanya, masyarakat Miangas ternyata lebih mudah menangkap siaran radio dari Filipina dibanding informasi dari Indonesia. Begitu pula, nelayan-nelayan Filipina sering memasuki pulau dan perairan di sekitar Miangas yang masih asri dan indah.

Itulah mengapa Indonesia menganggap Miangas perlu dijaga secara intensif dan diperkuat penanaman nasionalismenya. Apalagi masyarakatnya sendiri, kerap beranggapan bahwa mereka masyarakat tidak merdeka, terisolir, dan kebutuhannya jarang diperhatikan.

Sebagai solusi, sekaligus mewujudkan Tekad ‘membangun dari pinggiran’ yang tercantum dalam prinsip Nawacita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, akhirnya pemerintah mendirikan bandara di Miangas. Akses informasi dan telekomunikasi pun diperbaiki demi memperkuat ketahanan negara.

Kini, jaringan telekomunikasi generasi empat (4G) sudah bisa dinikmati di Miangas. Bahkan, tangkapan siaran media elektroniknya jauh lebih baik ketimbang daerah lainnya di Indonesia, termasuk Jakarta.

Adanya bandara pun diharapkan bisa memudahkan akses keluar-masuk wilayah. Termasuk menuntaskan masalah harga BBM yang sangat mahal Rp25 ribu/litter juga mempermudah pengiriman tenaga medis untuk melayani kebutuhan kesehatan.

Apa saja yang menarik di Miangas?

Selain berada di “tapal batas” dan memiliki sejarah panjang yang menarik disimak, Pulau Miangas juga punya potensi wisata besar yang masih terus digali dan sedang dikembangkan.

Di perairannya yang sangat jernih, ditemukan berbagai jenis ikan laut seperti ikan layar, cakalang, ikan kulit pasir, lobster, teripang, dan ikan laut dalam. Ada pula ketam kenari, yaitu sejenis kepiting kelapa yang harganya lebih mahal dari lobster.

Pantainya juga tak kalah indah. Seluruhnya memiliki pantai pasir putih nan halus, dengan bebatuan karang dan warna air yang bergradasi dari biru pekat hingga hijau toska. Langitnya pun bebas polusi, dan ombaknya yang besar memungkinkan berselancar.

Di segala penjuru pulau tak ada tempat yang tak menarik untuk diabadikan dengan berfoto. Di Pantai Racuna yang sangat dekat pemukiman penduduk terdapat Tugu NKRI, penanda sedang berada di tapal batas.

Sekitar 500 meter dari Pantai Racuna, Anda bisa menjelajah Pantai Kubbu. Lalu menjajak wisata bahari lain seperti Pantai Lawasa, Tanjung Langinatundu, Pantai Aba’a, Pantai Mariu, Tanjung Liwua, Pantai Ropapa, Pantai Laru, Tanjung Wolo yang memiliki gua, atau Tanjung Langana dengan pemandangan laut lepas yang sangat indah.

Tak hanya itu, ada juga Pantai Merra dengan pasir putih halus yang membentang cukup panjang, Tanjung Panci yang merupakan lokasi favorit untuk memancing, Pantai Larawa dengan batu terapungnya, serta Tanjung Wora, yang jika air sudah pasang menjadi terpisah dari pulau utama.

Bukan hanya keindahan alam, Pulau Miangas juga menjaga kearifan lokal. Selain menghormati makam keramat, penduduknya juga masih melestarikan adat-istiadat. Banyak tempat terlarang yang aksesnya tidak boleh dilanggar sembarang orang.

Pulau Miangas hanyalah pulau kecil seluas 3,2 km persegi berpenduduk 775 jiwa. Hanya butuh dua jam mengelilingi pulau ini. Namun, untuk mengungkap keindahan di baliknya, mungkin butuh waktu berhari-hari.