Polres Metro Depok Kandangi Travel Gelap yang Angkut Pemudik

Polres Metro Depok Kandangi Travel Gelap yang Angkut Pemudik

travel gelap 300x168 - Polres Metro Depok Kandangi Travel Gelap yang Angkut Pemudik

Polres Metro Depok Kandangi Travel Gelap yang Angkut Pemudik. Sejumlah kendaraan jenis Elf dan kendaraan minibus terparkir halaman parkir Polres Metro Depok. Puluhan kendaraan tersebut memberi garis polisi sehingga menjadi perhatian warga yang datang ke Mapolrestro Depok.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Muhammad Andi Indra Waspada mengatakan, kendaraan yang terparkir tersebut merupakan kendaraan travel gelap yang tersita Satlantas. Travel gelap yang melintas sekitar wilayah Depok kedapatan sedang membawa penumpang yang ingin mudik ke kampung halaman.

“Iya kendaraannya kami sita karena menyalahi aturan dalam penggunaannya,” ujar Andi.

Sebanyak 22 kendaraan tidak memiliki izin trayek

Andi menuturkan, travel gelap yang teramankan berasal dari sejumlah daerah, seperti Bogor, Banten, Jepara, Sumedang, dan sejumlah daerah dari wilayah Jawa Tengah atau di luar Kota Depok. Saat itu, anggota Satlantas melihat travel gelap sedang mengangkut penumpang.
“Sebanyak 22 kendaraan kami amankan karena membawa penumpang yang ingin mudik,” ucap Andi.

Andi mengungkapkan, travel gelap yang teramankan tidak memiliki izin trayek atau melanggar penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Atas dasar tersebut pihaknya melakukan pengamanan kendaraan dan memberikan penilangan kepada kendaraan.

Ada dua aturan yang travel gelap sering langgar

Andi mengungkapkan, aturan yang menerapkan travel gelap yakni Pasal 173 ayat 1 huruf C tentang penyelenggaraan angkutan orang bukan trayek, tidak memiliki izin penyelenggaraan pengangkutan barang kendaraan tersebut karena menyimpang dari izin yang telah tertentukan. Hal itulah yang mendasari pihanya melakukan penahanan kendaraan travel gelap.
“Selain itu ada pasal yang juga menguatkan, yakni Pasal 308 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman pidana selama dua bulan, atau denda Rp600 ribu,” terang Andi.

Andi menegaskan, kendaraan travel gelap atau kendaraan plat hitam namun mengangkut pemudik akan ditindak tegas. Menurutnya kendaraan yang dapat mengangkut penumpang yang bersifat komersial hanya kendaraan plat kuning atau memiliki izin trayek.

Sekat jalur tikus, warga meminta gunakan kendaraan trayek resmi
Andi menuturkan, Polres Metro Depok untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat terkait larangan mudik, Satlantas Polres Metro Depok akan melakukan penyekatan. Selain itu, Satlantas Polres Metro Depok akan menempatkan sejumlah anggota yang dianggap menjadi jalur tikus.

“Penjagaan lokasi penyekatan dan jalur tikus tidak terbatasi waktu,” ungkap Andi.

Andi mengungkapkan, masyarakat yang ingin berpergian dengan jarak jauh dapat melakukan sebelum 6 Mei. Menurutnya, pada tanggal tersebut akan ada pemberlakukan larangan mudik sehingga terdapat larangan mudik.

“Apabila ingin menggunakan kendaraan travel, sebaiknya masyarakat menggunakan travel resmi yang memiliki izin trayek,” kata Andi.