Momen Istimewa bersama Valentino Rossi

Momen Istimewa bersama Valentino Rossi

Momen Istimewa bersama Valentino Rossi

Momen Istimewa bersama Valentino Rossi – Valentino Rossi meski kini lebih dikenal sebagai ikon utama Yamaha, rider Italia tersebut tadinya justru merupakan ikon Aprilia, yang ternyata selalu menyediakan tempat bagi The Doctor di hati mereka sampai sekarang.

Hal itu dinyatakan oleh pemilik dan Presiden Aprilia, Ivano Beggio, dalam buku otobiografinya. Beggio meninggal dalam usia 74 tahun pada 2018 lalu, yakni saat ia tengah sibuk mengerjakan buku tersebut. Otobiografinya pun kini tengah dilanjutkan oleh Claudio Pavanello, yang baru-baru ini memperbolehkan Marca mengintip sebagian isinya.

Bersama Aprilia, Rossi memenangi Kejuaraan Sport Production dan Kejuaraan Eropa, dan akhirnya turun di GP125 pada 1996.

“Rivalitas dengan Biaggi menyertai debut Valentino Rossi, yang duduk di peringkat 9 di GP125 dan meraih kemenangan perdananya di Brno, dan itu nyaris tak terduga. Rossi dibawa ke kantor saya oleh (Carlo) Pernat sebagai rider muda yang sangat menjanjikan,” ungkap Beggio.

“Realitanya, kami ingin menggaetnya karena ia anak Graziano, rider Italia yang hebat di GP250 dan GP500. Graziano juga membantu kami mengembangkan motor 125cc. Siapa sangka anak ini, yang menandatangani kontrak pertamanya dengan nilai 30 juta lira (sekitar 15.500 euro) saja, malah jadi bintang dunia dan ditakdirkan lebih hebat dari Giacomo Agostini?” lanjutnya.

Selebrasi Ikonik Rossi

Beggio kemudian mengenang masa-masa remaja Rossi yang tak hanya hebat di lintasan, namun juga berkarisma, terbukti lewat selebrasi-selebrasi ikoniknya usai meraih kemenangan. Beggio pun mengaku sangat ingat momen-momen istimewa saat Rossi melakukan perjalanan menuju gelar dunia pertamanya di GP125 1997.

Selebrasi yang dikenang Beggio di antaranya adalah saat Rossi memenangi GP125 Mugello, Italia, sembari membawa boneka Claudia Schiffer untuk meledek Max Biaggi yang tengah menjalin kasih dengan Naomi Campbell, serta saat ia berdandan seperti Robin Hood usai menang di Donington Park, Inggris.

Beggio pun tak menyangka Rossi akan dicintai banyak orang, dari anak-anak sampai kakek-nenek, dan membuat dunia balap motor menjadi makin dikenal dunia.

Beggio pun berlanjut ke momen saat Rossi naik ke GP250 pada 1998, dan juara lagi setahun setelahnya. “1999 adalah tahun penting di GP250. Kami tahu Vale akan menang dengan satu tangan saja, dan ia membawa popularitas Aprilia menuju level yang sangat tinggi.

Saat saya lihat Rossi balapan sekarang, pikiran saya otomatis kembali ke masa-masa bahagia itu. Secara pribadi, saya selalu menyimpan kenangan luar biasa dari rider asal Tavullia itu,” ungkapnya.

Dikelilingi Rasa Bahagia

“Ia selalu dikelilingi rasa bahagia dan kerap melakukan tindakan spontan. Saya tak pernah ingat ia bersitegang atau salah paham dengan timnya. Meski saya tak lagi muda, melihat Vale selalu memberi saya energi besar dan kekuatan mental yang saya butuhkan dalam periode di mana saya merasa sangat stres meski perusahaan kami sangat sukses,” lanjutnya.

Beggio juga mengisahkan momen saat ia merasa cemas bakal ditinggalkan Rossi ke GP500 pada 2000. Kala itu, Rossi tengah dalam perjalanan menuju gelar dunia GP250 1999. Rossi berkata pada Beggio bahwa ia akan mendapatkan kontrak dari Honda hanya jika ia merebut gelar dunia GP250. Jika gagal, Rossi bertekad tetap bertahan di Aprilia.

Beggio pun siap menyediakan gaji besar untuk Rossi agar mau bertahan di Aprilia. Namun, saat Rossi benar-benar sukses juara, akhirnya Beggio memahami bahwa turun di kelas tertinggi adalah impian semua anak muda yang turun di dunia balap motor.