Maret Bergegas Lockdown Kini Fiji

Maret Bergegas Lockdown Kini Fiji

Maret Bergegas Lockdown Kini Fiji Bersiap Sambut Turis Lagi

Maret Bergegas Lockdown Kini Fiji Bersiap Sambut Turis Lagi – Fiji mengumumkan bebas virus corona pada hari Jumat, setelah pasien Covid-19 terakhir dinyatakan sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit.

Tetapi langkah-langkah isolasi yang ketat dan kontrol perbatasan membuat infeksi dari luar tak sempat masuk ke dalam negara, yang hingga saat ini hanya mencatat terjadinya 18 kasus virus corona tanpa kematian baru dan tanpa penularan baru.

Perdana Menteri Frank Bainimarama mengaitkan status bebas virus corona di negaranya sebagai “doa yang dijawab, kerja keras, dan keunggulan sains”. “Fiji baru saja memulangkan pasien Daftar Joker123 Gaming Online COVID-19 terakhir kami,” cuitnya di Twitter.

“Dan bahkan dengan jumlah pengujian kami yang naik dari hari ke hari, sekarang sudah 45 hari sejak kami mencatat kasus terakhir kami. Tanpa kematian, tingkat pemulihan kami adalah 100 persen.”

Namun, negara-negara di kepulauan Pasifik bertindak cepat dan membuat keputusan berharga mahal dengan menutup perbatasan dan menutup bisnis pariwisata yang selama ini menopang ekonomi negara demi melindungi populasi mereka.

Akibatnya, banyak negara di kepulauan Pasifik yang belum mencatat satu pun kasus virus corona, termasuk Palau, Tonga, Kepulauan Solomon, Samoa, Kepulauan Marshall, Vanuatu, Kepulauan Cook, dan Mikronesia.

Fiji telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan “rencana perjalanan bebas karantina” dengan Australia dan Selandia Baru, negara penyumbang jumlah kunjungan turis ke Fiji.

Cooks, yang merupakan salah satu negara pertama di dunia yang menyatakan dirinya bebas virus corona pada pertengahan April, mengumumkan langka-langkah penuh pengawasan saat membuka kembali perbatasannya.

Langkah pertama membawa kembali para wisatawan

Perdana Menteri Henry Puna mengatakan bahwa penduduk dan mereka yang memiliki izin kerja yang telah berada di Selandia Baru selama 30 hari akan segera diizinkan pulang tanpa harus dikarantina, seperti yang dikutip dari Cook Islands News.

Surat kabar itu mengatakan langkah itu adalah “langkah pertama dalam membawa kembali para wisatawan”. Aksi protes menuntut keadilan atas meninggalnya George Floyd, pria kulit hitam yang tewas di tangan polisi kulit putih, Derek Chauvin, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), masih terus berlangsung hingga pekan ini.

Ada banyak buku, film, dan lagu yang menyuarakan perjuangan kesetaraan hak kulit hitam. Begitu juga dengan keberadaan situs sejarah.

Sayangnya, pandemi virus corona masih melanda dunia, sehingga kita tidak bisa mengunjungi langsung museum dan monumen untuk mempelajari lanjut soal sejarah dan budaya kulit hitam di AS.

Kepulauan Pasifik awalnya dipandang sebagai salah satu yang paling rentan terhadap virus di dunia, karena kurangnya infrastruktur dan sumber daya kesehatan serta tingginya angka penduduk yang memiliki diabetes dan penyakit jantung.

Sempat terbit juga kekhawatiran akan posisi geografis kepulauan Pasifik, yang seakan terisolasi dan bakal mengubah pulau-pulau di sekitarnya menjadi inkubator infeksi, seperti ketika epidemi campak di Samoa akhir tahun lalu yang menewaskan 83 orang, kebanyakan dari mereka bayi dan balita.

Kondisi tersebut menjadi prestasi membanggakan bagi negara kecil yang berada di tengah Samudra Pasifik itu. Sempat ada kepanikan di antara populasi Fiji yang berjumlah 930 ribu jiwa, ketika kasus virus corona pertama kali diumumkan pada pertengahan Maret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *