5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat – Tempat wisata di Jakarta Pusat tidak hanya mall dan pusat perbelanjaan modern lainnya. Jakarta sudah mulai berbenah dalam segala aspek, termasuk tujuan wisatanya.

Tidak hanya ruang terbuka hijau yang membuat Jakarta lebih ramah, tetapi juga tempat – tempat wisata yang lebih bersih dan terawat. Beberapa spot menarik dan bersejarah bisa kita kunjungi untuk sekedar melepas penat ataupun menyegarkan pikiran setelah rutinitas yang panjang.

1. Tugu Monas

ebab65c96fa6b0836d3145b3f636dbe5 - 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

Monumen nasional yang mulai pembangunan pada 17 Agustus 1961 ini merupakan monumen peringatan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Monumen ini memiliki tinggi 132 meter dengan puncak berbentuk lidah api berlapis emas.

Melansir dari laman https://slotpragmatic.asia/ monas memiliki beberapa ruangan yang khusus sebagai museum serta dyaroma yang sarat sejarah. Selain itu, dinding bagian luar Monas juga hiasan dengan relief – relief kejayaan masa lalu mulai dari jaman kerajaan, perlawanan rakyat, sumpah pemuda, hingga proklamasi kemerdekaan.

2. Tugu Proklamasi

tugu proklamasi - 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

Juga terkenal dengan nama Taman Proklamasi merupakan lokasi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kumandangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Tugu setinggi 17 meter dengan dua patung proklamator Indonesia berdiri tegak atas tanah yang dulunya merupakan teras rumah Bung Karno. Puncak tugu yang menyerupai petir, membuat tugu ini juga menyebutnya sebagai Tugu Petir.

17 buah relief berjajar pada belakang patung proklamator sebagai penanda tanggal pembacaan proklamasi, yaitu tanggal 17. Sebuah tiang setinggi 8 meter di bagian tengah menandakan bulan proklamasi, yaitu bulan Agustus. Jumlah undakan dalam aliran air di sekeliling tugu berjumlah 45 yang menandakan tahun 1945 dimana Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan merdeka.

3. Museum Sumpah Pemuda

napak tilas museum sumpah pemuda dari indekos menjadi tempat pergerakan pqp - 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan tonggak dari bersatunya para pemuda Indonesia. Awal mula dari pergerakan nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Gedung Kramat 106 yang menjadi saksi dari perkumpulan pemuda Indonesia menjadi cagar budaya pada tahun 1972 dengan SK Gubernur DKI Jakarta yang kala itu dijabat oleh Ali Sadikin.

Di gedung ini para pemuda angkatan 28 beradu pendapat dan menyusun strategi untuk membebaskan rakyat dari penjajah. Selain itu, tempat ini juga menjadi sekretariat PPPI dan penerbitan Majalah Indonesia Raja. Kelompok kesenian “Langen Siswo” serta para pelajar STOVIA juga menjadikan gedung ini sebagai basis dari kegiatan mereka.

4. Museum Gadjah

28acbc485b43de35f3fece40538c475e - 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

Museum Nasional atau Museum Gajah merupakan museum terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tempat ini memiliki 141.899 koleksi mulai dari artefak dan fosil jaman pra sejarah, arca dan prasasti jaman kerajaan, kerajinan keramik Dinasti Hang, Tang, dan Min, serta patung Bhairawa setinggi 414 cm yang ditemukan di Sumatra Barat dan diperkirakan berasal dari abad 13 – 14 Masehi.

Lukisan – lukisan karya pelukis Prancis seperti Zou Wuki, Braque, dan Polk Lee juga dipamerkan di museum ini. Di museum ini juga digelar berbagai pagelaran seni tari- tarian tradisional nusantara dan kursus membatik.

5. Museum Fatahillah

Kota tua 1 - 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Pusat

Kita dapat memperlajari sejarah kota dari bangunan yang dulunya merupakan Balai Kota ini. Cerita yang tersimpan oleh ibu kota negara ini tercermin dengan jelas melalui 23.500 koleksi yang dapat kita pamerkan pada museum ini.

Jakarta yang semula menjadi rumah bagi penduduk Betawi, kemudian berkembang menjadi kota pelabuhan dan markas VOC. Jayakarta, Sunda Kelapa, Batavia, hingga saat ini menjadi Jakarta, kota ini tidak hanya berganti nama tetapi juga berganti rupa.